STOP ! MENJADI PECINTA ALAM YANG BIASA BIASA SAJA !!!


Negeri ini …..
Sungguh negeri yang luar biasa. Luar biasa heterogennya, luar biasa hamparan 17 ribu pulaunya, luar biasa kekayaan alamnya, luar biasa jumlah gunung berapi, selat, semenanjung. Luar biasa dengan keaneka ragaman hayati, keragaman suku bangsa dan kearifan-kearifan lokalnya.
Luar biasa dengan bencana alam yang ditimbulkannya. Ledakan gunung Toba, Rinjani, Tambora, Krakatoa, siapa yang tidak kenal . Bukan hanya berdampak global, bahkan sanggup membawa bola dunia, dan masyarakat disemua penjuru benua, merasakan akibatnya. Belum lagi gempa 9,3 skala richter, yang menggoncang Sumatera belahan barat, membunuh 230.000 ribu jiwa .. semua berukuran luar biasa.
Negeri ini negeri luar biasa, kebakaran hutan bisa memenjara 50 juta jiwa di Kalimantan dan Sumatera, bahkan sampai jauh ke singapura dan malaysia.
Negeri ini negeri luar biasa, saat korupsi mengakar jauh, dari pusat sampai ke desa desa. Perselingkuhan hukum dan politik para politisi di senayan,
dengan pengusaha mapan di gedung gedung tinggi menggapai awan,
sampai di terminal angkot kelas para preman jalanan.
Negeri ini sungguh luar biasa, korupsi, kolusi dan nepotisme adalah kejahatan .
Karena luar biasanya kondisi dan situasi yang memprihatinkan sang negeri,
bahkan sekedar menjadi orang orang biasa saja,
sekedar menjadi pemuda dan mahasiswa yang biasa biasa saja,
sekedar menjadi pedagang dan pengusaha yang biasa biasa saja,
sekedar menjadi pecinta alam yang biasa biasa saja ….
Juga bisa menjadi kejahatan !!!.
Untuk menghadapi sesuatu yang luar biasa, dibutuhkan juga usaha yang luar biasa.
Sehingga ukuran yang biasa biasa saja, hanya kembali menegaskan,
sebuah sikap skeptisme dan ketidak pedulian pada negara dan bangsa.
Sudah bukan jamannya lagi, mengagungkan ego organisasi
Sedang dibelahan sana, teman seperjuangan tengah dikebiri
Bertindak sendiri sendiri, hanya berujung pada harakiri
Layaknya antrian tengah menanti waktu yang pasti
Menunggu sang musibah tak diduga datang menyambangi
Lalu kedua tangan dibelenggu terperangkap dibalik jeruji
Bagi para Pecinta Alam sang pandu bangsa
 yang ingin merubah sikap agar lebih terbuka
seraya tidak menjadi PA yang biasa biasa saja
Yooo gabung dan berkiprah dengan cara nyata
dalam kongres ke 4 FK KBPA Bandung Raya
11 – 13 Nov 2017, berlokasi di Mahatala ...   
See all of U there ...

No comments:

Powered by Blogger.