Tersesat di gunung, coba lakukan hal ini


Hal terburuk saat mendaki adalah tersesat, atau sampai hilang dan berujung dengan kematian. Harapan semua pendaki adalah bisa selamat sampai tujuan, dan bisa selamat ketika pulang. Artinya pendaki tersebut bisa selamat dunia akhirat. Tapi terkadang apa yang kita rencanakan tidak sesuai dengan kenyataan, banyak hal-hal lain yang diluar rencana kita.

Sudah banyak kejadian pendaki tersesat, hilang, atau meninggal. Padahal itu suatu mimpi buruk untuk para pendaki. Mungkin seorang pendaki bisa tersesat faktornya meliputi ketidaktahuan kondisi medan, atau bisa jadi minim pengalaman, hilangnya kontrol diri, dll. Maka dari itu persiapan matang sebelum mendaki itu sangat perlu, persiapan dari aspek internal maupun aspek eksternal.

Dilansir dari kompas, menurut  Adi Seno wajib diingat jika kita tersesat kuncinya jangan panik, tetap tenang, dan berkepala dingin.

Banyak dari pendaki yang membabi buta mencari jalan keluar saat tersesat. Ternyata itu salah, yang paling benar adalah kembali ketitik awal atau menuju puncak. Saya sebagai penulis juga pernah tersesat di saat mendaki gunung Slamet, karena pada saat itu kondisi gunung selamet tidak didaki lebih dari enam bulan.

Ingat pilihannya dua, kembali ke titik awal atau ke puncak. Itu tergantung posisi kita dimana, mana yang lebih dekat itulah yang dituju. Dengan begitu, anda akan bertemu dengan pendaki lain maupun tim SAR.

Jika hari gelap, segeralah mencari ruang terbuka untuk  beristirahat. Menurut  Adi Seno, “kalau bisa beri tanda berupa susunan batu atau kayu berbentuk nama, agar bisa ditemukan dari udara”. Ya berarti tim SARnya pake helikopter, hehe.

Jika logistik habis, carilah daun-daun muda untuk dimakan. Sebelum mendaki, kita harus mengetahui jenis-jenis tumbuhan apa yang bisa dimakan dan apa yang tidak bisa dimakan, atau cari informasi gunung yang akan kita daki mengenai aneka vegetasi di dalamnya.

Penting bagi anda untuk membawa kompas saat mendaki, sering dianggap sepele fungsi dari kompas, tapi itu akan berguna jika tersesat, sehingga kita tau arah, posisi dan tujuan kita.

Dan jangan lupa tetap berdoa, sebelum pendakian, saat pendakian, dan saat pulang dari pendakian. Agar keselamatan dan keamanan masih pada lindungannya. 

No comments:

Powered by Blogger.