Misteri Kuntilanak di Gunung Lawu

 https://indonesiacaricature.blogspot.co.id/2017/09/pada-saat-itu-saya-dengan-beberapa.html



Pada saat itu saya dengan beberapa teman saya beranca untuk mendaki Gunung Lawu. Akhirnya setelah waktu yang pas, kira kira setelah lebaran pada bulan September tahun 2014, Kami berdelapan berangkat dengan kereta api dari Jogja.

Setibanya di Stasiun purwosari kami naik bis untuk menuju Karang Anyar dan berpindah dari pasar karang anyar ke basecamp Gunung Lawu menggunakan travel.

Sampai di basecamp Gunung Lawu sekitar Magrib, dan kami tidak memaksakan diri untuk naik di malam hari. Akhirnya kita memutuskan bermalam di basecamp. Di basecamp kami bercerita dengan pendaki lain, dan kami sudah diceritakan oleh penjaga basecamp bahwa Gunung Lawu termasuk Gunung Angker.

Pagi hari telah tiba, udara pun begitu segarnya. Dan kami bergegas untuk naik Lawu, kira kira kami naik sekitar jam sepuluh.

Di perjalanan kami sering break atau istirahat, karena kami membawa dua wanita. Walaupun kami sering break, kami benar benar menikmati perjalann saat mendaki. Ya banyak cerita, banyak bercanda. Tapi ingat, kalau di Lawu jangan bicara jorok, konon kalau kita bicara jorok akan kena batunya.

Pendek cerita kami sampai di pos 3 sekitar jam 4 sore. Karena kami menikmati perjalanan saat mendaki, kami memutuskan untuk mendirikan di pos 3.

Tiba di malam hari, kira kira jam 11an kami segera beristirahat. Pada saat itu kami mendirikan 3 tenda, tapi yang satu hanya untuk perlengkapan kami. Kira kira isinya ada tas kerir, kompor, drigen, dll.

Karena hanya 2 tenda yang bisa kami tempati untuk tidur, dan yang satu berkapasitas 3 orang, dan yang satu 4 orang. Maka akan terasa tidak muat jika saya tidur di tenda dengan kapasitas 3 orang tadi. Sebenarnya itu tenda kapasitas 2 orang, tapi kami paksakan untuk 3 orang, udah itu mau tambahi saya lagi.

Suasana malam di pos 3



Akhirnya saya memutuskan untuk tidur di tenda yang hanya diisi tas kerir. Anehnya salah satu teman saya melarang untuk tidur sendirian di tenda yang berisi kerir. Saya punya tanya alasan teman saya tersebut, kenapa saya tidak boleh tidur di dalam tenda yang berisi kerir tadi. Alhasil teman saya akan menceritakan ke saya ketika sudah turun nanti.

Pagi hari tiba, kami makan dan bersiap untuk melanjutkan perjalanan kami. Setelah sampai puncak Gunung Lawu, dan kami tidur di mbok iyem. Besoknya kami memutuskan untuk turun. Di puncak Lawu, di warung mbok Iyem saya selalu menagih ke teman saya mengenai alasan saya kenapa tidak boleh tidur di tenda yang berisi kerir.

Singkat cerita kami sudah turun dengan keadaan selamat di basecamp, akhirnya saya bergegas untuk menagih janji yang akan diceritakan ke teman saya.Dan disitu teman saya akhirnya mau menceritakan kronologi dan alasan kenapa saya tidak boleh tidur di dalam tenda yang berisikan kerir.

Menurut pengakuan teman saya, teman saya yang bernama Syukuran melihat sosok KUNTILANAK di belakang tenda kami yang berisi 3 orang tadi. Syukran melihat kuntilanak tersebut saat kami duduk bersama sambil menikmati hangat teh dan kopi. Tapi Syukaran enggan untuk bercerita ke siapa-siapa, karena Syukran dengan alasan "mbokan nanti tambah diganggu".

Cerita Sykuran ke saya didengar oleh teman saya yang bernama Ina, dan Ina langsung menyambung obrolan kami. Dari pengakuan teman kami yang bernama Ina, Ina juga melihat sosok KUNTILANAK di belakang tenda yang berisi 3 orang. Tapi sama, Ina tidak berani cerita ke siapa-siapa, hanya saja dipendam. Parahnya, kuntilanak itu memanggil Ina saat Ina sudah di dalam tenda.

Menurut Ina dan Syukran, saat mereka melihat sosok kuntilanak tersebut di posisi yang sama. Dengan baju putih di dekat pohon besar, rambutnya panjang, dan mukanya tidak kelihatan.

Jadi itulah alasan saya tidak diperbolehkan oleh teman saya untuk tidur sendiri di tenda yang berisi tas kerir, padahal anggapan saya tidur di tenda berisi kerir tersebut akan hangat. Akhirnya kami tukar posisi, ketiga teman kami yang berbadan kurus di tenda kapasitas 2 orang, dan sisanya lima orang tidur di tenda di kapasitas 4 orang.

Begitulah kira-kira




No comments:

Powered by Blogger.