5 cerita keanehan di Gunung Jayawijaya




Siapa tak kenal dengan Jayawijaya, Gunung tertinggi di Indonesia. Ketinggiannya adalah 4.884meter di atas permukaan laut (mdpl). Selain Gunung ini memiliki esktetika yang menawan dengan salju abadi yang menyelimutinya, pada Gunung ini menyimpan beberapa kisah misteri. Yuk langsung saja apasih kisah misteri dari Gunung ini.

1.    Dahulu, Puncaknya Merupakan Dasar Laut
Tak disangka ternyata puncak Gunung ini dulunya adalah dasar laut, banyak ditemukan fosil-fosil laut, seperti rumah kerang. Menurut teori dalam geologi, kurang lebih pada 60juta tahun lalu, Papua adalah dasar lautan yang tercipta dari bebatuan sedimen. Mengalami proses pengendapan yang yang begitu lama, dan akhirnya membentuk daratan baru.

Lalu, proses peningkatan pada daratan tersebut yaitu dengan proses sedimentasi yang disertai aktifitas tektonik di dasar laut yang mengakibatkan terbentuknya daratan/pegunungan.

fakta tersebut dapat kita buktikan adanya batuan klastik dan gamping di puncak Gunung Jayawijaya (Puncak Cartenz), dengan ini Gunung Jayawijaya dianggap surganya bagi pecinta ilmu Geologi.


2.      Satu-Satunya Tempat Bersalju di Kawasan Garis Katulistiwa
Secara teoritis suatu hal yang tidak mungkin jika daratan yang dilalui garis Katulistiwa terdapat salju yang menyelimutinya, karena daratan yang dilalui garis katulistiwa selalu beriklim tropis, seperti Indonesia. Namun faktanya, Jayawijaya berkata lain, bawasanya anda bisa menemukan salju dan keunikan alam di puncak Gunung ini. Fakta inilah yang dapat mendorong banyaknya para pendaki lokal maupun internasional untuk mencicipi mendaki di Gunung Jayawijaya.

3.    Umur Salju di Puncaknya Akan Segera Habis
Dahulu Negara ini memiliki tiga Gunung yang memiliki salju dipuncaknya, yakni Gunung Trikora, Mandala, dan Jayawijaya. Namun naas, keindahan salju di Gunung Trikora hilang pada tahun 1936, dan puncak Mandala pada tahun 2003. Dan hanya puncak Jayawijaya lah yang masih memiliki salju sampai saat ini.

Namun, banyak dari peneliti yang meramal bahwa salju di puncak Jayawijaya akan segera habis secara berlahan, bukti dari satelit menunjukan salju di Puncak itu mencari cukup cepat.

4.    Mengalami Penurunan
Tahun 1936 saat Gunung ini masih dituutpi salju dengan lebat, puncak ini memiliki ketinggian lebih dari 5.000 mdpl. Lambat laun karena iklim di Bumi semakin panas, maka terjadi pencairan salju, dan akhirnya Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 4.862 mdpl. Orang yang pertama mendaki Gunung Jawawijaya adalah Frits Julius Wissel, Anton Colijn dan Jean Jacques Dozy, kala itu mereka di perkasai oleh Negara Belanda.


5.    Dahulu, Dia Lebih Dikenal Dengan Sebutan Cartenz Pyramid
Pada masa kolonial Belanda, Jayawijaya memiliki nama Cartenz Pyramid (Nama puncak Jayawijaya sekarang), nama ini merupakan bentuk penghormatan kepada orang yang pertama menemukan Gunung ini pada tahun 1623, yakni seorang berwarga Negara Belanda yang bernama Cartenz. Kemudian, nama Cartenz berubah menjadi puncak Sukarno setelah terjadi pembebasan papua, lalu Bung Karno sendiri juga mengganti nama Gunung ini menjadi Jayawijaya.

No comments:

Powered by Blogger.