Pagar Istana Tamansari Yogyakarta


Pagar Istana Air Tamansari Yogyakarta

Alam Memang Bagus Untuk Dikunjungi, Tapi Sesekali Boleh Laah Wisata Sejarah, Minimal Kita Bakalan Menambah Wawasan Mengenai Sejarah Tersebut. Enaknya Wisata Sejarah, Kita Nda Bakalan Kecapean Berjalan Terlalu Jauh, Nda Membawa Beban yang Berat, dan yang Pasti Masih Bisa Refreshing Dari Kepenatan.

By : Dimas Wilaktito
Abraham, mengisahkan dirinya, ketika masih kanak-kanak, waktu masih sekolah SD, dan ketika pulang sekolah, dia melihat teman-temannya mengambil kapur  tulis, dan dibiarkan oleh  gurunya.
Kemudian, Abraham mengikuti teman-temannya, mengambil lima kapur tulis, dan dibawa pulang, dan diletakkan diatas meja, dekat papan tulis, tuturnya. Tetapi, ibunya melihat lima kapur tulis itu, dan ibunya bertanya kepada Abraham, “Ini kapur tulis dari mana?”, ucapya. “Mengambil dari sekolah, dan Pak Guru membiarkannya”, ujarnya.
Ibunya sangat marah, dan meminta Abraham mengembalikan lima kapur tulis, dan membungkusnya untuk dibawa ke sekolah lagi. Bahkan, saat berangkat, ibunya masih memeriksa tasnya.
Ibunya, menasehati Abraham,”Jangan sekali-kali mengambil barang yang bukan menjadi hakmu”, tegasnya. Pengalamannya di waktu kanak-kanak itu membekas sampai hari ini.
Sekarang yang diambil bukan  hanya kapur tulis, tetapi korupsi sudah semua milik negara diambil, seperti menjadi milik pribadinya. Sementara rakyat hidup sangat susah, dan menderita.
Bahkan, ingin berobat, ketika sakit tidak mampu, dan banyak pasien yang mati. Mau sekolah tidak mampu, dan terpaksa tidak sekolah, meskipun sudah ada  kebijakan wajib belajar. Begitu dahsyatnya akibat dampak korupsi.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/11/26/27801/abraham-samad-kisah-ibunya-marah-karena-mengambil-lima-kapur-tulis/#sthash.JKxog0sy.dpuf

No comments:

Powered by Blogger.